Sebelum kamera ditemukan,
orang-orang pada zaman dulu mengabadikan diri mereka lewat lukisan. Raja dan
ratu, serta para bangsawan rela membayar untuk menyimpan bayangan diri mereka
ke dalam kanvas dengan cat minyak, bahkan ada yang rela mengantri pada seorang
pelukis kenamaan untuk melakukannya.
Lukisan bisa dibilang sebagai satu-satunya
cara orang zaman dulu untuk berselfie alias berfoto narsis. Tapi apa jadinya ya
kalau tokoh-tokoh dalam lukisan zaman dulu yang terlihat jadul itu melakukan
selfie dengan kamera ponsel terbaru?
Seorang art director asal Denmark, Olivia Muus, membuat karya unik, yaitu
mengolah gambar lukisan orang-orang di masa lalu seolah tampil kekinian dengan
berselfie. Dalam karyanya Olivia membuat orang zaman dulu berpose di depan
ponsel keluaran teranyar.
Muus pertama kali mengawali ide
kreatifnya itu saat dirinya mengunjungi National Gallery of Denmark yang
terletak di Copenhagen, Denmark.
Dari rangkaian foto yang ia kumpulkan di
museum tersebut, Muus membuat sebuah proyek yang diberi nama Museum of Selfies. Adapun obyek lukisan yang menjadi sasaran Muus untuk proyeknya adalah lukisan
tokoh-tokoh terkenal seperti Benjamin Franklin hingga lukisan dari abad 14 di
Eropa.
Karya yang dihasilkan Muus
benar-benar kreatif, unik, dan mengusung ide baru dalam karya sastra, saat
melihat hasil gambarnya kita akan tertawa atau paling tidak tersenyum simpul
saat membayangkan orang yang hidup berabad lalu seperti Franklin berfoto narsis.
Lucu ya, melihat tokoh-tokoh sejarah itu memegang
ponsel dengan mata yang melihat ke layarnya. Berpose lalu ‘klik’ dan jadilah
foto selfie, seperti yang sering kita lakukan sendiri. Ternyata orang jadul pun
bisa narsis juga.(ns)



