Museum adalah tempat di mana benda-benda
peninggalan sejarah, karya seni, atau kebutuhan studi dipamerkan. Museum
dahulunya digunakan sebagai tempat belajar. Namun ternyata fungsi museum
sekarang bergeser dari fungsi sebenarnya itu. Kini museum sendiri lebih sering
digunakan sebagai tempat selfie.
Wabah selfie memang menyerang semua kalangan
dewasa ini. Bukan hanya remaja, tetapi orang dewasa bahkan orang tua doyan berselfie. Sehingga tak aneh jika
semua tempat, situasi dan kondisi dimanfaatkan untuk mengabadikan foto diri
sendiri.
Penelitian
dari Art Institute of Chicago menunjukkan bahwa sekarang museum menjadi salah
satu tempat yang dianggap ‘strategis’ bagi manusia yang punya hobi berselfie,
kecenderungan dari sebagian pengunjung yang datang ke museum adalah untuk
selfie bersama karya/benda yang dipajang di sana.
Mereka datang mengunjungi
museum hanya untuk berpose dan berfoto dengan benda yang dipajang di museum,
kemudian hasilnya di upload ke media sosial. Jika kamu datang ke museum dengan
tujuan selfie bareng karya seni atau benda peninggalan sejarah yang ada di
tempat itu berarti kamu juga termasuk dalam golongan ini.
Fenomena ini seakan menjadi bukti bahwa
teknologi yang makin canggih menjadikan manusia hanya peduli dengan ‘ketenaran’
dunia maya daripada sejarah dan nilai yang terkandung dari benda-benda yang
dipajang dimuseum.
Mereka tak memperdulikan unsur sejarah atau pendidikan yang
ada di museum, mereka hanya peduli dengan hasil ‘jepretan’ mereka. Bagi mereka
museum bukan tempat menimba ilmu atau untuk menikmati karya seni, melainkan
dijadikan sebagai tempat pamer.
Selfie boleh, hanya saja jangan datang ke
suatu tempat hanya dengan tujuan untuk berselfie-ria. Batasi diri supaya tidak
kebablasan nantinya.(ns)



